Indikasi
Gagal jantung; aritmia supraventrikular (terutama fibrilasi atrium)
Dosis dan Aturan Pakai
oral: untuk digitalisasi cepat 1 mg sampai 1,5 mg dalam 24 jam (dosis terbagi). Bila tidak diperlukan digitalisasi cepat 250 - 500 mcg / hari (dosis yang lebih tinggi harus diberikan dalam dosis bagi)
dosis penunjang : 62,5 sd 500 mcg sehari bergantung pada fungsi ginjal, dan pada fibrilasi atrial, pada respon denyut jantung. Dosis penunjang umumnya 125-250 mcg/hari. Pada pasien lanjut usia dosis 125 mcg/hari
Penyesuaian dosis pada penyakit ginjal kronik
Mulai dengan dosis paling kecil 62,5 - 125 mcg sekali sehari atau setiap 2 hari bergantung pada fungsi ginjal pasien. Harus digunakan dengan pemantauan dan sangat hati-hati pada gangguan elektrolit karena dapat meningkatkan resiko toksisitas digoxin
Cara Penggunaan
Dapat diminum sebelum atau setelah makan. Hindari dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang tinggi serat
Kontraindikasi
Blok jantung komplit yang intermiten, blok AV derajat II, aritmia supraventrikular karena sindrom Wolf Parkinson White, takikardi atau fibrilasi ventrikular, kardiomiopati obstruktif hipertrofik
Efek Samping
Muncul umumnya pada dosis yang berlebihan, termasuk anoreksia, mual muntah, diare, nyeri abdomen, gangguan penglihatan, sakit kepala, rasa capek, mengantuk, bingung, pusing, depresi, delirium, halusinasi, aritmia, blok jantung, rash, Jarang terjadi: iskemi usus, ginekomastia pada penggunaan jangka panjang, trombosttopenia.
Rujukan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2017. Informatorium Obat Nasional Indonesia. Sagung Seto: Jakarta